Waspadai Perbuatan Curang dalam Pemilu

Pada pemilu 2019 ini berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya, apa yang membedakannya? Pemilu pada tahun 2019 dilakukan secara serentak pemilihan legislatif dan presiden. Hal inilah yang membuat dinamika secara potensi dari adanya perbuatan curang dalam pemilu yang perlu kita waspadai secara bersama-sama. Arwani Thomafi (Ketua Fraksi PPP MPR RI), Fary Djemi Francis (Ketua Fraksi Gerindra), Ayub Khan (Sekertaris Fraksi Demokrat), dan Capt Jhoni Rolindrawan (Ketua Fraksi Hanura MPR RI) mengatakan bahwa pemilu yang akan diadakan pada tahun ini memunculkan dinamika tersendiri sebab sebelumnya Negara Indonesia belum pernah mengadakan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden secara bersamaan.

Menjadi hal yang wajar apabila sesama partai politik memiliki ketegangan karena setiap parpol lebih berkonsentrasi untuk mendapatkan kursi DPR sebanyak-banyaknya. Keinginan dari setiap parpol untuk mendapatkan jumlah kursi yang besar ini sangatlah wajar. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah terjadinya perbuatan curang atau kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam penyelenggaraan pemilu serentak. Pengetahuan terhadap masyarakat juga perlu diperhatikan. Jangan sampai masyarakat sampai tidak tahu atau bahkan bingung ketika membawa lima surat suara ke bilik pencoblosan. Kebingungan masyarakat ini bisa dimanfaatkan oleh para oknum untuk berbuat curang. Penyelenggara pemilu sendiri harus berlaku adil, jujur, dan terhindar dari perbuatan korupsi. Kejadian yang sudah-sudah dan perlu kita waspadai adalah adanya oknum KPU dan Bawaslu yang justru bermain curang dengan oknum caleg dan parpol, inilah yang menjadi kekhawtiran kita bersama.

Selain dinamika dari penyelenggaraan pemilu, potensi masalah lain muncul dari perang isu antara partai politik di masyarakat. Saat ini masyarakat dibuat bingung dengan isu dan pemberitaan yang berkembang. Masyarakat harus lebih pintar dalam memilah dan memilih informasi yang ia terima. Seperti yang kita ketahui, saat ini emosi masyarakat akan pemilu 2019 sangatlah panas dan mudah dikompori dengan pemberitaan yang berkembang. Padahal seharusnya setiap informasi yang kita terima perlu di verifikasi terlebih dahulu kebenarannya. Saat ini juga masyarakat sulit untuk menemukan media yang berimbang, dan tidak condong pada salah satu pihak.

Selain masyarakat yang dibuat bingung, partai politik juga dibuat bingung dengan pilihan harus mengutamakan jumlah perolehan kusri legislatif atau memenangkan calon presiden yang mereka usung. Sepeti yang dikatakan oleh Fary Djemi sesungguhnya pertarungan yang sebenarnya adalah ketika kita menggunakan hak pilih kita di TPS. Masyarakat secara bersama-sama juga meski memiliki rasa peduli akan sikap yang adil. Kita harus sama-sama mengawasi berjalannya pemilu di TPS masing-masing untuk meminimalisir perbuatan curang. Mungkin akan sulit untuk memberantas perbuatan curang apabila hanya dilakukan oleh pihak yang berwajib, namun akan terasa lebih mudah apabila masyarakat pun mendukung pihak yang berwajib dengan sama-sama memberpkuat dan mengawasi TPS di wilayah kita masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *